Jangan Lewat Calo, ini Biaya Pembuatan SIM yang Ditentukan Pemerintah!

Surat Izin Mengemudi atau yang disingkat SIM adalah dokumen penting yang wajib dimiliki oleh setiap pengengendara. Jika tak punya SIM, berkendara di jalan raya jadi kegiatan yang ilegal atau tidak sah dimata hukum.

Pada prinsipnya, SIM adalah bukti registrasi yang diberikan pada seseorang yang dianggap sudah memenuhi syarat mengemudikan kendaraan, seperti administrasi dan sehat secara jasmani dan rohani. Pemegang SIM juga dinilai telah mahir membawa kendaraan serta dianggap mampu untuk mematuhi peraturan lalu lintas.

Sekedar informasi, aturan mengenai SIM tertera dalam UU Nomor 20 tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturan ini menyebut, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib memiliki SIM sesuai jenis kendaraan yang dibawa.

Sedangkan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur sanksi terkait kebijakan tersebut. Di pasal 281 menyatakan bahwa setiap pengendara yang tidak punya SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak 1 juta rupiah.

READ  Cara Mengatur Keuangan ala Tionghoa ini Bikin Kamu jadi Sukses, Segera Tiru!

Adapun di negara kita, SIM terbagi menjadi 2 jenis, yaitu untuk Perseorangan dan Umum.

SIM Perseroangan meliputi:

SIM A untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg.

SIM B1 untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat diperbolehkan lebihdari 3.500 kg.

SIM B2 untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau gandengan dengan berat diperbolehkan lebih dari 1.000 kg.

SIM C untuk mengemudikan kendaraan bermotor roda dua yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam.

SIM D untuk mengemudikan kendaraan bagi penyandang disabilitas.

SIM UMUM meliputi:

SIM A Umum untuk mengemudikan mobil umum dan barang dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg.

SIM B1 Umum untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang dengan jumlah berat diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.

READ  Mau Tau Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan? Simak Langkahnya di Bawah ini!

SIM B2 Umum untuk mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat diperbolehkan lebih dari 1.000 kg.

Pemilik SIM wajib berusia 17 tahun

Untuk bisa punya SIM, seseorang harus berusia minimal 17 tahun. Kenapa begitu?

Hal ini tak lepas dari faktor psikologis. Diungkapkan Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Chrysnanda Dwilaksana, pemilik SIM harus punya kesadaran, kepekaan, dan kepedulian akan keselamatan berlalu lintas. Tak cuma tahu teori atau bisa bawa kendaraan saja.

Hal serupa juga dikatakan oleh Marcell Kurniawan selaku Training Direction The Real Driving Center (RDC). Menurutnya, orang yang sudah 17 tahun telah dianggap dewasa, sebab sudah berkembang secara fisik, perilaku, dan mental.

Yang jadi pertanyaan, berapakah biaya pembuatan SIM? Berikut rinciannya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Polri:

READ  Sederet Manfaat Hebat jika Kamu Rutin Mencatat Cash Flow!

Biaya pembuatan SIM A adalah Rp 120.000.

Biaya pembuatan SIM B1 adalah Rp 120.000.

Biaya pembuatan SIM B2 adalah Rp 120.000.

Biaya pembuatan SIM C adalah Rp 100.000.

– SIM D sebesar Rp 50.000.

– SIM Internasional sebesar Rp 250.000.

Oh ya, ada juga biaya tambahan lain, seperti untuk asuransi sebesar Rp 30.000, pemeriksaan kesehatan sebesar Rp 25.000, dan surat keterangan uji klinik pengemudi untuk SIM B1, B2, dan SIM Umum sebesar Rp 50.000.

Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya jika kita memiliki SIM sesuai jenis kendaraan yang dikemudikan. Hindari membuat SIM dengan cara ‘nembak’ atau lewat calo karena itu melanggar hukum. Dan tentu saja biayanya pun akan lebih besar.

You May Also Like

About the Author: Admin

The more you learn the more you earn.