Mau Tau Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan? Simak Langkahnya di Bawah ini!

Pemerintah menyelenggarakan layanan BPJS Ketenagakerjaan untuk berikan perlindungan kepada para tenaga kerja di Indonesia. Semua pekerja pun wajib terdaftar sebagai peserta dalam layanan ini.

Perlu diketahui, ada 4 program yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Antara lain: Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pensiun, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang bisa dicairkan.

Terkait JHT, ada fakta menarik yang perlu kamu tahu. Iuran JHT pada dasarnya dibayarkan langsung oleh pemberi kerja sebesar 5,7 persen dari upah yang diterima pegawai. Rinciannya: 3,7 persen ditanggung perusahaan dan 2 persen ditanggung pegawai.

Sekedar informasi, saldo JHT bisa diambil dengan jumlah 10 persen, 30 persen, bahkan 100 persen tanpa perlu menunggu usia kepesertaan selama 10 tahun atau peserta berusia 56 tahun. Itulah bunyi Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2015.

Pertanyaannya, bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan? Simak ulasannya di bawah ini!

READ  Jangan Lewat Calo, ini Biaya Pembuatan SIM yang Ditentukan Pemerintah!

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan yang pertama adalah harus menyiapkan sejumlah dokumen sebagai syarat, antara lain:

– Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang asli dan fotokopi.

– Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang asli dan fotokopi.

– Kartu Keluarga (KK) yang asli dan fotokopi.

– Surat Keterangan Kerja.

– Formulir klaim JHT yang sudah diisi.

– Buku Tabungan atas nama peserta.

– Foto peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Nah, setelah semua dokumen siap, lanjutkan ke tahap selanjutnya. Ada dua cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan yang bisa kamu pilih, yakni secara online atau offline.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara online adalah sebagai berikut:

– Download aplikasi BPJSTKU atau kunjungi situs resmi BPJS Ketenagakerjaan di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/

– Bila belum punya akun, daftar terlebih dahulu. Jika sudah, Login dengan akun yang sudah kamu buat.

READ  Cek Nih, Daftar Negara Terkaya di Dunia! Indonesia Urutan Berapa, ya?

– Jika berhasil masuk, pilih menu “Klaim Saldo JHT”

– Isi data dengan lengkap.

– Pilih jenis klaim: Mencapai usia pensiun, mengundurkan diri, atau PHK.

– Submit dokumen persyaratan yang sudah disiapkan. Bila sudah, klik Kirim.

– Dokumen bakal diverifikasi oleh petugas. Hasilnya akan diberi tahu melalui email atau SMS.

– Jika nggak ada masalah, saldo JHT akan ditransfer ke rekening sesuai tanggal yang diberitahukan.

Sementara itu, cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara offline adalah:

– Datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan dan ambil nomor antrian. Oh ya, jangan lupa bawa 7 dokumen yang dipersyaratkan tadi.

– Isi formulir pengajuan klaim yang diberikan oleh petugas di loket. Isi dengan lengkap. Jika sudah, serahkan formulir tersebut berikut dokumen syarat lainnya.

READ  Cara Mengambil Uang di ATM dengan Sangat Mudah, Simak Baik-baik!

– Petugas BPJS akan memeriksa kelengkapan dokumen dengan teliti. Jika lengkap, kamu akan dapat nomor antrian untuk menemui petugas bagian pengajuan klaim.

– Di tahap ini, petugas bakal memeriksa kembali dokumen-dokumen yang kamu serahkan. Jika sesuai, petugas akan memprosesnya, lalu memberitahu waktu pencairan saldo.

– Pada tanggal yang telah diberitahukan, saldo JHT akan masuk ke rekening kamu.

Bagaimana jika Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan hilang?

Dalam kondisi ini, kamu bisa tetap mengurusnya setelah bikin surat kehilangan dari Kepolisian. Setelah itu, kamu bisa lakukan pencairan dengan ikuti prosedur di atas.

Oh ya, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi, melakukan pencairan JHT dengan cara online bisa jadi pilihan tepat. Dengan begitu, kamu bisa mencegah penularan covid-19 di ruang publik.

You May Also Like

About the Author: Admin

The more you learn the more you earn.