Simak Baik-baik, ini 5 Cara Menekan Pengeluaran dengan Sederhana!

Dalam hal ekonomi, kata hemat jadi sesuatu yang kerap diucapkan oleh banyak orang. Akan tetapi, implementasinya seringkali tidak tercapai. Singkat kata, hemat jadi suatu hal yang mudah diucapkan, tapi tidak mudah untuk dilakukan.

Terkait hal itu, sebuah studi menemukan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi stabil dalam beberapa dekade terakhir, namun pengeluaran rumah tangga juga ikut meningkat seiring berjalannya waktu. Bahkan, sebuah survei yang dihelat oleh CNBC menemukan bahwa 21 persen warga Amerika Serikat mengaku jika mereka meningkatkan pengeluarannya pada tahun lalu.

Sayang, sebagian besar mereka tidak memberikan alasannya. Adapun sebanyak 22 persen mengatakan bahwa mereka mengeluarkan uang lebih banyak karena punya pekerjaan baru atau gaji yang lebih baik.

Apa dampak yang timbul dari kondisi tersebut?

Banyak keluarga di sana yang anggaran finansialnya dalam kondisi tidak sehat. Dan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bankrate, hanya 40 persen orang Amerika yang mampu membayar 1.000 dolar AS secara tunai untuk biaya tak terduga, seperti halnya untuk kondisi gawat darurat atau perbaikan kendaraan.

READ  Perhatikan Baik-baik, inilah Cara Terbaik untuk Memutus Rantai Generasi Sandwich!

Yang jadi pertanyaan, adakah cara menekan pengeluaran yang cerdas dan mudah untuk dilakukan?

Tentu saja, ada! Berikut beberapa cara menekan pengeluaran, seperti dikutip dari sejumlah sumber:

Urutkan pengeluaran dari yang paling penting

Cara menekan pengeluaran yang pertama adalah dengan membedakan antara pengeluaran diskresioner dan biaya tetap. Ahli keuangan mengatakan, kamu bisa memulainya dengan melacak jenis pengeluaran, lalu membuat peringkat berdasarkan urutan kepentingan.

Taruh pengeluaran terpenting di posisi paling atas. Misal, untuk kebutuhan rumah tangga, makanan, transportasi, atau perawatan anak. Kemudian, lanjutkan dengan sisihkan dana darurat, dana pensiun, serta yang bukan prioritas seperti makan di luar, liburan, atau layanan streaming.

READ  Cara Mengatur Keuangan Keluarga agar Terhindar dari Pertengkaran

Pertimbangkan setiap pengeluaran

Pertimbangkanlah setiap pengeluaran yang harus kamu bayar secara rutin. Perhatikan baik-baik, apakah bisa dikurangi atau malah dihilangkan?

Contoh, layanan internet atau fasilitas gym yang kamu ikuti. Jika hal itu terlalu mahal dan kamu merasa tidak terlalu butuh, sebaiknya hentikan secepat mungkin.

Tak hanya itu, bandingkan pula pengeluaran rutin yang sejatinya sangat menguras kantong, seperti biaya asuransi mobil atau sejenisnya. Dengan menerapkan metode tersebut, kamu bisa menekan pengeluaran dengan efektif.

Kurangi sejumlah keinginan

Cara menekan pengeluaran yang selanjutnya adalah dengan memangkas sejumlah keinginan untuk sementara waktu. Sebagai contoh: kamu bisa menggunakan transportasi umum ketimbang transportasi online saat beraktivitas, atau memasak sendiri di rumah daripada keluarkan uang untuk makan di restoran.

READ  Cek Nih, Daftar Negara Terkaya di Dunia! Indonesia Urutan Berapa, ya?

Stop pembelian impulsif

Perlu kamu tahu, belanja impulsif seringkali menghambat seseorang untuk berhemat. Karena itu, penting bagi kamu untuk mengendalikannya dengan cara ‘keluar’ dari media sosial dalam waktu tertentu.

Sebagai informasi, 63 persen generasi milenial beranggapan bahwa media sosial punya pengaruh negatif pada finansial mereka. Sementara itu, lebih dari setengah kaum milenial diketahui menghabiskan uangnya secara tidak terencana akibat media sosial.

Lakukanlah diet tunai

Cara menekan pengeluaran yang terakhir adalah dengan melakukan diet tunai. Intinya, berkomitmenlah untuk hal itu.

Bila kamu mengalami kesulitan dalam mempertahankan uang yang dimiliki, cobalah untuk beralih ke kartu debit untuk bertransaksi. Di saat bersamaan, simpanlah kartu kredit kamu di dalam laci dan berjanjilah hanya menghabiskan uang tunai yang sudah kamu ambil untuk jangka waktu yang sudah ditentukan.

Gimana, siap ikuti cara menekan pengeluaran di atas?