Masa Depan P2P Lending di Indonesia Seperti Apa Sih?

Pengembangan dana di sektor Peer to Peer (P2P) Lending di Tanah Air makin menggeliat. Buktinya, makin banyak penyelenggara P2P Lending yang bermunculan di negeri ini.

Lantas, seperti apa sih masa depan P2P Lending di Indonesia?

Sebelum mengulasnya lebih dalam, berikut saya jabarkan seluk-beluk P2P Lending yang perlu kamu tahu!

Pada prinsipnya, pengembangan dana di P2P Lending sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tak punya akses terhadap lembaga keuangan, seperti perbankan. Hadirnya P2P Lending pun mendapatkan dukungan dari pemerintah, sebab perannya sangat besar dalam mendukung program pemerintah terkait inklusi keuangan.

Sekedar info saja, indikator inklusi keuangan adalah akses masyarakat terhadap pinjaman. Makin banyak masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan, maka tingkat inklusi keuangan di Indonesia akan semakin tinggi.

Sementara itu, pengembangan dana di P2P Lending bisa dikatakan mulai diminati, terutama oleh Pendana. Itu tak lepas dari faktor keuntungan yang diberikan. Perlu diketahui, bunga yang ditawarkan oleh penyelenggara P2P Lending biasanya lebih besar dari yang diberikan oleh deposito di lembaga perbankan. Tak hanya itu, pendana juga bisa dengan mudah melakukan diversifikasi, sehingga potensi meraup keuntungan akan semakin besar.

READ  Yuk, Raih Financial Freedom dengan Cara Cerdas Berikut ini!

Sedangkan untuk pihak Peminjam, suku bunga yang diterapkan umumnya lebih rendah dari suku bunga yang ditetapkan oleh lembaga keuangan konvensional. Satu hal yang tak kalah penting, proses pengajuan pinjaman di instrumen ini jauh lebih mudah dan cepat ketimbang yang lainnya.

OJK tidak mengatur bunga P2P Lending

Selaku regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada prinsipnya tidak mengatur bunga di sektor P2P Lending. OJK menyerahkan penentuan tingkat bunga kepada mekanisme pasar. Menurut OJK, aktivitas pinjam-meminjam sejatinya tak semua sama. Akan ada perbedaan jangka waktu dari segi peminjaman.

Nah, tak ada ketentuan bunga ini justru dinilai akan menciptakan kompetisi antar penyelenggara P2P Lending yang ada saat ini. Poin pentingnya, pihak Pendana akan memilih untuk mengembangkan dananya di platform yang memberikan bunga menarik. Sebaliknya, pihak peminjam juga akan memilih platform P2P Lending yang menetapkan bunga terendah.

READ  Mengatasi Masalah Keuangan itu Gampang Banget, ini Sederet Caranya!

Ya, pada intinya, persoalan mengenai bunga ini juga akan menentukan masa depan P2P Lending di Indonesia!

Indonesia butuh lebih banyak lagi P2P Lending

Pemerintah menjelaskan bahwa Indonesia butuh lebih banyak P2P Lending untuk memperluas jangkauan pinjaman. Kenapa demikian? Sebab P2P Lending diklaim mampu mempersempit gap pendanaan di negara ini.

Dengan dukungan dari pemerintah, masa depan P2P Lending diprediksi akan makin menggairahkan. Aturan-aturan yang dibuat pun diklaim akan memberikan kemudahan bagi para pelaku yang terlibat di instrumen pengembangan dana ini.

Singkat kata, banyak pihak yang meyakini bahwa masa depan P2P Lending akan makin sukses di masa yang akan datang!

Di sisi lain, meski masa depan P2P Lending diprediksi akan berkembang pesat, namun ada satu hal yang masih mengganjal bagi masyarakat terkait P2P Lending. Dengan makin banyaknya penyelenggara P2P Lending yang melantai, namun tidak kredibel dalam melakukan credit scoring, munculah kekhawatiran adanya kenaikan NPL di masa depan.

READ  Ajak Anakmu untuk Belajar Finansial Sejak Dini, ini Manfaatnya!

Oleh sebab itu, para Pendana di P2P Lending disarankan untuk lebih cermat dalam memilih platform P2P Lending yang tersedia. Intinya, pilihlah penyelenggara P2P Lending yang memberikan keuntungan menarik dengan tingkat keamanan yang sangat baik.

Ya, itulah masa depan P2P Lending yang perlu kamu tahu. Jadi, mulailah ambil bagian sebelum instrumen ini makin tumbuh subur dan kamu ketinggalan momen!